Mengapa Kita Memilih untuk Menjadi Pengusaha?
Sebagian besar orang-orang terdekat kita memiliki pemikiran setelah usai menempuh pendidikan pastilah mencari pekerjaan. Beberapa saat yang lalu ada pertanyaan yang ane terima “kerja dimana setelah lulus kuliah nanti?”, pertanyaan semacam ini mungkin tidak asing bagi teliga kita, paradigma ini sama halnya seperti mengenyam pendidikan tinggi hanyalah untuk mendapatkan sebuah pekerjaan yang layak.
Lain halnya dengan pertanyaan “setelah lulus kuliah nanti, menjadi karyawan ataukah pengusaha?”, memilih sebuah profesi antara menjadi pengusaha atau manjadi pegawai mungkin menjadi pilihan yang cukup sulit bagi kita semua, dan mungkin beberapa pemikiran ane dibawah ini “beberapa alasan kenapa dianjurkan memilih menjadi pengusaha” bisa sedikit menjadi inspirasi bagi agan-agan semua, mau memilih menjadi pengusaha ataukah menjadi pegawai :
- Menjadi pengusaha (berdagang) sangat dianjurkan dalam islam
Berdagang memang menjadi anjuran dalam Islam, karena Rasulullah S.A.W menganjurkan kepad setiap ummatnya untuk berdagang, hal ini dibuktikan dengan beberepa perkataan Nabi Muhammad dibawah ini :
“Allah membuka rezekinya dengan 10 pintu, 9 pintunya untuk pengusaha dan 1 pintunya untuk pegawai atau pekerja.”
“Pedagang yang beramanat dan dapat dipercaya, akan bersama orang-orang yang mati syahid nanti di hari kiamat.”
“Pedagang yang dapat dipercaya dan beramanat, akan bersama para Nabi, orang-orang yang dapat dipercaya dan orang-orang yang mati syahid.”
Beberapa hadist tersebut diatas bisa menjadi landasan bagi kita bahwa Islam sangat menganjurkan untuk berdagang. selain Allah membukakan 9 pintu rezeqinya untuk pedagang, Allah juga akan menyandingkan pedagang yang amanah dan dapat dipercaya dengan orang-orang yang mati syahid diakhirat nanti.
- Menuangkan ide dan kreatifitas
Banyak ide tapi tak punya waktu untuk mewujudkannya karena persoalan waktu, mungkin ini banyak dialami oleh para pegawai yang mempunyai kesempatan libur terbatas.
Segudang ide yang menumpuk dikepala bisa langsung diimplementasikan terutama untuk ide bisnis yang potensial, ini yang dilakukan oleh para pengusaha, mereka lebih banyak memiliki waktu untuk menuangkang pemikiran bisnis yang potensial. Sedangkan untuk para pekerja ini sulit dilakukan, walaupun bekerja diperusahaan yang besar, pegawai hanyalah bagian kecil didalamnya dan masih terikat ruang dan waktu untuk menuangkan ide.
- Menciptakan lapangan pekerjaan
Membuka usaha memang tak semudah yang dibayangkan, butuh proses yang harus ditempuh, ya mungkin dimulai dari usaha kecil yang lambat laun akan berkembang ke usaha skala menengah. Dari proses itu pastilah membutuhkan orang-orang yang bisa membantu pengembangan usaha kita.
Semakin gigih kita bekerja semakin berkembang usaha yang kita jalani, maka semakin banyak pula kita membutuhkan orang-orang disekitar kita untuk membantu pengembangan usaha kita dan kita berturutserta membantu pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan.
- Peluang besar untuk hidup sejahtera
Secara makro ekonomi, negara akan normal perekonomiannya apabila 4% penduduknya adalah pengusaha. Seperti halnya pada negara-negara maju misalnya warga China yang 11% penduduknya merupakan pengusaha, begitu juga dengan negara Amerika serikat yang 12% penduduknya merupakan pengusaha. Sedangkan baru 0.8 % warga Indonesia yang pengusaha, arinya perekonomian Indonesia masih jauh dikatakan stabil.
Menjadi pengusaha bolehlah menjadi pilihan tercepat untuk mensejahterakan hidup, kemauan kuat untuk menjadi pengusaha adalah faktor penentu utama sebelum faktor modal serta yg lainya, mari kita rencanakan masa depan dengan menjadi wirausahawan atau pengusaha walau dimulai dari yang kecil asalkan dengan gigih kita menjalaninya.
- Mengukur kemampuan
Berani menjadi wirausahawan/pengusaha berarti berani juga jatuh bangun mendirikan usaha tersebut. Menurut ane sebaiknya pelaku usaha atau wirausahawan haruslah cukup tangguh membangun pertahanan diri dengan memupuk mental baja dan berpikir strategis dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang akan ia temui selama menjadi pengusaha, dari sini kita bisa mengukur seberapa kemampuan kita dalam mendalangi usaha.
EmoticonEmoticon